#GENGSI

07.02


Sekarang di zaman modern ini gengsi orang semakin tinggi. Contohnya saja banyak orang yang meng-upload segala sesuatu yang bagus di media sosial, memakai pakaian yang bagus-bagus, menunjukan kalau dia memakai gadget terbaru supaya orang lain bisa menilai mereka baik.

Okay, semuanya itu karena apa? GENGSI

Gengsi tidak akan membawa hal baik kepada kalian. Oke, mari kita telusuri terlebih dahulu penyebab munculnya gengsi ini. Gengsi muncul saat kita tidak mengikuti tren atau saat kita tidak memiliki sesuatu. Siapa yang tidak ingin terlihat WOW di mata orang lain? Siapa yang tidak ingin dibanjiri dengan pujian oleh orang lain?

Oke gue mengerti, memang buat anak-anak yang mampu untuk membeli segalanya tidak apa-apa kalian mem-posting apapun, tapi bagi yang tidak? Apakah hal-hal tersebut harus dipaksakan?

Apakah dengan memaksakan hal-hal yang tidak mampu kalian dapatkan akan mendatangkan hal-hal baik ke hidup kalian? Pikirkan. Kalian tidak akan dapat keuntungan apa-apa, kalau kalian ketahuan, orang-orang malah akan mengejek kalian atau yang lebih parah lagi menganggap rendah kalian.

So, be proud for who you are. Banggalah dengan apa yang sudah diberikan Tuhan kepada kalian. Jangan melihat apa yang orang lain punya. Maka orang lain pun akan menilai kalian lebih tinggi.

Gengsi tidak hanya ditemukan di anak-anak muda saja, melainkan orang tua. Menurut pengalaman gue orang tua juga memiliki gengsi yang tinggi kepada orang tua lain. Kadang, mereka juga ingin dilihat lebih tinggi dari orang tua lain.

Yang menjadi korban siapa? Anak mereka. Anak mereka dipaksa untuk menuruti apa kata mereka dan tidak mendengarkan suara anak mereka. Contoh nyatanya banyak orang tua yang menyuruh anaknya untuk masuk ke suatu jurusan kuliah yang anak tersebut tidak sukai sama sekali. Mereka hanya bangga jika anak mereka mempunyai title yang paaaaanjanggggg karena kelihatan kalau mereka berhasil mendidik anak yang lebih pintar.

Orang tua kadang lebih suka melihat nama seperti :

Prof. Ir. Dr. Anton Subroto Widjaja, S.Pd., S.Sc., S.M., S.E., M.E., M.Ps., M.Pd.

Ketimbang :

Anton Subroto Widjaja

Menurut gue, sebaiknya orang tua lebih mendengarkan perkataan anak-anak ketimbang perkataan orang lain. Biar mereka yang menentukan hidupnya sendiri dan tidak merasa tertekan.

Oke, itu saja yang bisa gue bagiin. Jangan lupa untuk komen, like, dan share ke teman-teman kalian lewat facebook, twitter atau media sosial apapun yang kalian punya. That is all, Happy Reading:)

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images