Realistic

17.56


Pretty girl, bad habits
I can see the end
The sign say that i must turn back
I said no, just keep going
Doesn't matter how many times i have to face the death 
I just want you more and more
Cause you're my adrenaline

...

Mungkin seperti itulah perasaan gue ke dia.

Dia yang sampai kapan pun tidak akan pernah gue miliki.

Sebagai seseorang yang sering patah hati, tidak membuat gue jadi kuat menghadapi patah hati. Setiap patah hati memiliki kisahnya tersendiri, meninggalkan luka yang berbeda, dan tentunya memiliki pelajarannya sendiri.

Meskipun ini hanyalah sekedar 'selingan' dalam kisah percintaan gue yang masih sangat panjang (ya karena gue masih berumur 17 tahun sekarang), tapi terima kasih untuk dia yang telah memberikan pelajaran yang paling berharga untuk gue.

Pelajarannya sederhana, jadilah "realistis"

...

Kenapa dalam cinta dibutuhkan sikap realistis? Gue akan menceritakan sosok 'dia' terlebih dahulu. Panggil saja dia Angel.

Angel adalah perempuan yang jauh berbeda dengan gue. Dia berada di kelas yang ada diatas gue, dia populer, dia cantik. Berbeda dengan gue yang cupu, tidak populer, dengan muka yang sedikit dibawah standar. Gue bercanda, sebenarnya jauh di bawah standar.

Gue sudah lama tertarik dengan Angel, berawal dari keisengan gue meng-add media sosialnya. Dari situ gue jadi sering pantengin media sosialnya. Tapi berhubung karena dia tidak add balik, gue cuma bisa sebatas melihat profile picture-nya saja. Karena gue tidak bisa kenalan dengan Angel jadi rasa itu cuma sampai ke batas tertarik saja.

Rasa itu pun mulai hilang, gue bahkan sempat beberapa kali suka dengan orang dan pernah pacaran sekali dengan orang lain. Gue pikir rasa itu akan hilang, tapi tidak. Perasaan itu muncul lagi. Suatu hari terjadi keajaiban yang membuat gue bisa kenalan dengan si Angel. Gue masih ingat saat itu kami berkenalan saat bermain kartu uno di depan kelas.

Dan keajaiban terus terjadi di hari-hari berikutnya, kami jadi sering ngobrol bersama, sering main, dsb. Rasa tertarik gue pun mulai berubah menjadi rasa suka dengan dia, gue jadi pingin menjalin hubungan yang lebih serius dengannya. Gue ingat setiap sehabis bertemu dengannya gue selalu berkata dalam hati, "Please God, i really want to spend more time with her."

Tuhan sepertinya mendengar doa gue, secara ajaib juga Angel mengajak gue pakai baju yang sama dengannya saat ada konser di sekolah kami. Mendengar ajakannya itu gue seraya teriak di dalam hati! Gue tidak menyangka Tuhan mengabulkan doa gue secepat ini. Tapi saat konser itu gue juga jadi tahu kalau dia lagi suka orang lain.

Boo!

Hati gue lesu saat mendengar hal itu. Gue serasa ingin mundur, tapi entahlah ada sesuatu yang membuat gue terus bertahan. Hari-hari berikutnya reaksi Angel terhadap gue tidak bertambah baik, keajaiban-keajaiban sudah tidak pernah terjadi lagi. Gue sudah mengungkapkan perasaan gue dan itu pun tidak merubah apa-apa. Gue berkali-kali putus asa terhadap reaksinya, tapi selalu saja ada sesuatu yang membuat gue kembali.

Tapi sekarang berhubung memikirkan dampak buruknya jika gue melanjutkan proses PDKT ini, gue berhenti. Itu memberikan waktu bagi gue untuk berpikir apa yang salah dalam diri gue.

Dan ternyata gue menemukan, gue kurang realisitis dalam mencintai. Gue terlalu sibuk memikirkan happy ending yang selalu ada dalam film-film. Gue terlalu berharap akan mendapatkan ending seperti di film "she's out of my class" (buat yang belum tahu film-nya silakan ditonton, bagus banget). Disana para pemeran utama yang berwajah jelek berhasil mendapatkan pasangan yang WOW.

Gue tidak pernah sadar, gue hidup dalam khayalan tersebut. Gue tersadar, setidaknya untuk mendapatkan seseorang di kelas yang diatas gue juga harus bisa naik ke kelas tersebut. Gue harus memperbaiki diri supaya bisa mendapatkan wanita seperti Angel.

Jadi dalam kehidupan percintaan kita harus realistis terhadap fakta-fakta yang ada karena saat jatuh cinta kita lebih cenderung untuk mengabaikan fakta-fakta yang ada.

Ini ada meme yang gue temuin di instagram yang cocok dengan post ini :



So be realistic:)

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images