Manusia jika dia sedang dalam posisi di bawah, biasanya ia sering merendahkan diri. Tapi begitu posisinya sudah di atas, biasanya ia sering meninggikan dan berpuas diri. Memang enak jika melihat pemandangan dari atas bukan? Memandang dan menikmati apa yang selama ini sudah ia kerjakan. Disini gue ingin menekankan ke masalah 'berpuas diri'
Gue dari kecil mempunyai masalah dalam hal diatas. Bahkan sampai sekarang kadang masalah tersebut muncul dalam kehidupan gue, tapi gue selalu berusaha untuk menghilangkan masalah kepercayaan diri ini.
Ditolak memang tidak enak, tetapi di dunia ini ada bermacam tipe-tipe orang yang ditolak. Gue udah mensurvey di satu kampung dan gue temukan ada 8 tipe orang ditolak. Berikut hasil survey gue :
1. Pasrah
Orang pasrah ini menerima nasibnya. Orangnya sabar banget, kuat menghadapi segala tantangan. Kalau ditolak, ya sudah. Kalau dimaki-maki, ya sudah. Ini tipe orang yang patut dicontoh. Thumbs up!
2. Romantis
Ini tipe orang yang begitu sudah menembak tapi ditolak, dia mengeluarkan senjata rahasianya, puisi, quotes-quotes dari internet, dan lirik lagu romantis. Tapi jangan seperti contoh di atas, yang ada malah illfeel.
3. Pantang menyerah
Ini tipe orang yang pantang menyerah bagaimanapun reaksi ceweknya. Susah untuk menjadi setipe dengan manusia ini, dibutuhkan keberanian, iman, dan sikap positive thinking yang besar.
4. Thug life
Ini tipe orang yang punya banyak back up saat pdkt. Jadi dia tidak terlalu heboh kalau ditolak.
5. Ngancem
Ini tipe yang ekstrim. Kasihan ceweknya, tidak punya pilihan lain selain 'ya'.
6. Alesan (sori hack)
Ini tipe orang yang takut sebenernya kalau ditolak, tapi juga penasaran. Akhirnya... ya gitu deh.
7. 5W+1H
Tipe ini sepertinya lulusan sastra yang kepo. Jadinya.. ya, gitu deh..
8. Tipe ke-PDan
Ni orang mending kita kuburin aja.
...
Oke itu semua yang bisa gue bagiin. Jangan lupa comment and share ke semua teman dengan medsos km:)
Dulu gue geek banget. Walaupun sekarang masih, tapi dulu lebih parah. Tidak pernah merasa kalau sosial itu penting. Dulu gue pernah liat acara tv tentang ilmuwan-ilmuwan yang berkata "terserah kalian mau jorok, mau apa, yang penting pintar." Gue memasukan doktrin yang salah itu ke dalam diri gue. Gue jadi tidak pernah merawat badan gue, jarang punya teman. Yang gue pikirkan hanya menjadi pintar, dengan belajar terus. Dan sekarang gue baru sadar, bahwa social life is important. Banyak manfaat yang tidak bisa didapat dalam buku pelajaran :
1. Stimulate you
Stimulasi disini maksudnya adalah memicu kalian untuk bersaing, untuk meraih yang lebih baik. Begini saja nalarnya, jika kalian tidak punya teman kalian pasti merasa tidak ada saingan. Kalian pasti merasa diatas awan. Tapi jika kalian mempunyai teman, kalian akan sadar ada yang lebih baik dari kalian. Maka kalian pasti akan memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik.
2. Oblige you
Teman juga dapat membantu kalian jika kalian menghadapai kesusahan. Teman bisa meringankan beban kalian karena bukan hanya kalian saja yang menanggung beban itu sendiri, tapi mereka juga. Teman rela memikul beban itu bersama-sama.
3. Canalize your potential
Lingkup pertemanan juga bisa jadi tempat menyalurkan bakat. Kalian pasti akan merasa nyaman jika mempunyai teman yang punya hobi sama, bahan omongan sama. Kalian jadi bisa mengembangkan dan menyalurkan bakat kalian disana.
4. Identify you
Dengan berteman kalian akan menemukan identitas yang sebenarnya. Ini sangat bagus saat kita memasuki masa remaja, saat kita sedang mencari jati diri masing-masing. Dengan banyak berteman akan membentuk identitas kalian dengan cepat.
5. Aware you
Teman juga bisa mengingatkan kalian saat mungkin suatu waktu kalian berbuat salah. Saling mengingatkan satu sama lain, that's what friends are for.
6. Live your life
Bersama temab kita bisa bercanda bersama, melakukan hal gila bersama. Kalian akan merasa hidup kalian menjadi benar-benar 'hidup'.
...
Tapi tetap saja, semuanya hal memiliki hal positif dan negatif. Pertemanan yang buruk bisa merusak kebiasaan yang baik, so be careful:)
Pernahkah kalian membandingkan diri kalian dengan orang lain? Apa yang kalian dapat? Kepuasan? Atau kelesuan? Apakah membandingkan diri dengan orang lain adalah suatu hal yang patut dilakukan?
Menurut gue, membandingkan diri sendiri dengan orang lain terjadi karena kita tidak bahagia dengan kehidupan kita sendiri. Kita merasa bosan dengan kehidupan kita sehingga kita membandingkan diri dengan orang lain. Kalau kalian membandingkan dengan orang yang diatas kalian yang akan kalian dapatkan adalah kelesuan. Kalian akan merasa diri kalian kecil, tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan mereka.
Kalau kalian membandingkan diri dengan orang yang dibawah kalian yang akan kalian dapatkan adalah kepuasan. Kepuasan akan diri kalian. "Untung gue ga kaya dia." "Gue masih lebih beruntung dari dia." "Dia mah ga ada apa-apanya dibandingin aku." dst. Hasilnya kalian tinggi hati dan percaya ama gue orang yg tinggi hatinya tidak akan mendapatkan apapun.
Jadi bagaimana supaya kalian tidak membandingkan diri dgn orang lain? BERSYUKUR. Simple tapi sulit untuk dilakukan. Cobalah untuk bersyukur setiap hari. Smile, be glad. Kalian adalah kalian. Janganlah membandingkan diri dengan orang lain.
Jika melihat orang yang lebuh sukses, daripada membandingkan dengan diri kalian lebih baik mencontohnya supaya kalian bisa sama suksesnya dengan dia. Jika melihat orang yang dibawah kalian, bantulah dia supaya bisa setara dengan kita.
Dengan begitu, bukankah hidup menjadi indah?
Mati.
Just kidding. Masalah akan selalu ada dalam hidup kita tanpa memandang status maupun usia. Orang kaya punya masalahnya sendiri, begitu pula dengan orang kurang mampu. Orang tua punya masalahnya sendiri, begitu pula dengan anak-anak. Kadang kita merasa penat dengan semua masalah yang datang kepada kita.
But i tell you what, problem is not a problem. Ya, gue serius. Gue tentu saja juga banyak problem di kehidupan gue dan memang gue sempat merasa lelah banget. Tapi gue diingatkan pada ayat di alkitab dalam roma 5 : 3-5 yang berbunyi :
"Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita."
Lihatlah! Tuhan memberikan masalah untuk kebaikan kita. Dengan masalah, Tuhan ingin membenarkan hal-hal atau sifat-sifat kita yang jelek. Seperti judul sebuah buku 'Cantik Itu Luka', sebelum kita menjadi 'cantik' di mata-Nya kita terus ditempa terus oleh Tuhan.
Kalian harus percaya bahwa Tuhan adalah masterplan yang sempurna. Ia tidak mungkin menempatkanmu pada situasi buruk tanpa memiliki maksud tertentu.


















